Minggu, 14 Oktober 2012

Teori Lokasi ,Johann Heinrich von Thunen



                                                                    
Oleh   :  Sibet S.Pd 
Prodi : Pendidikan IPS / Konsentrasi Pendidikan Geografi
         Pascasarjana Universitas Negeri Padang

Johann Heinrich von Thunen ( 1826 ) telah mengembangkan hubungan antara perbedaan lokasi pada tata ruang ( spatial cation ) dan pola penggunaan lahan. Johann Heinrich von Thunen menguraikan teori sewa lahan diferensial dalam bukunya yang berjudul Der Isoleitere Staat, in Beziehung auf Landwirtschaft und Nationalokonomie ( Berlin: Schumacher-Zarchin,   1975)
Inti von Thunen adalah mengenai lokasi dan spesialisasi pertanian. berdasarkan asumsi-asumsi yang digunakan, yaitu:
  • wilayah model yagn terisolasikan  ( isolated state ) adalah bebas dari pengaruh pasar-pasar kota-kota lain.
  • wilayah model membentuk tipe permukiman perkampungan di mana  kebanyakan keluarga petani hidup pada tempat-tempat yang terpusat dan bukan tersebar di seluruh wilayah.
  • wilayah model memilki iklim, tanah, topografi yang seragam atau unifrom ( produktifitas tanah secara fisik adalah sama ).
  • wilayah model memiliki fasilitas transportasi tradisional yang relatif seragam
  • faktor-faktor alamiah yang mempengaruhi penggunaan lahan adalah konstan, maka dapat dianalisis bahwa sewa lahan merupakan hasil persaingan antara jenis penggunaan lahan.
Von Thunen (1826) hanya menambah kekurangan teori sewa tanah David Ricardo yaitu mengenai jarak tanah dari pasar. Hal ini setelah dikaji ternyata beda karena semakin jauh dari pasar semakin mahal biaya transportasinya.
Ada beberapa hal yang mempengaruhi sewa tanah:
a)    Kualitas tanah yang disebabkan oleh kesuburan tanah, pengairan, adanya fasilitas listrik, jalan dan sarana lainnya;
b)   Letaknya strategis untuk perusahaan/industri; dan
c)    Banyaknya permintaan tanah yang ditujukan untuk pabrik, bangunan rumah, perkebunan.
Von  Thunen juga mengidentifikasi  tentang  perbedaan  lokasi  dari  berbagai kegiatan  pertanian  atas  dasar  perbedaan  sewa  lahan  (pertimbangan  ekonomi). Menurut Von Thunen tingkat sewa lahan adalah paling mahal di pusat pasar dan makin rendah apabila makin jauh dari pasar. Von Thunen menentukan hubungan sewa  lahan  dengan  jarak  ke  pasar  dengan  menggunakan  kurva  permintaan.
Berdasarkan  perbandingan  (selisih)  antara  harga  jual  dengan  biaya  produksi, masing-masing  jenis  produksi  memiliki  kemampuan  yang  berbeda  untuk membayar  sewa  lahan.  Makin  tinggi  kemampuannya  untuk  membayar  sewa lahan, makin  besar  kemungkinan  kegiatan  itu  berlokasi  dekat  ke  pusat  pasar.
Dalam model tersebut, Von Thunen membuat asumsi sebagai berikut : Wilayah analisis bersifat terisolir sehingga tidak terdapat pengaruh pasar dari kota lain;

  •   Tipe permukiman adalah padat di pusat wilayah dan semakin kurang padat apabila menjauh dari pusat wilayah;
  • Seluruh wilayah model memiliki iklim, tanah dan topografi yang seragam;
  •  Fasilitas pengengkutan adalah primitive (sesuai dengan zaman-nya) dan relative seragam. Ongkos ditentukan oleh berat barang yang dibawa; dan
  • Kecuapi perbedaan jarak ke pasar semua factor alamiah yang mempengaruhi penggunaan tanah adalah seragam dan konstan.


              Dalam menjelaskan teorinya ini, von Thunen menggunakan tanah pertanian sebagai contoh kasusnya. Dia menggambarkan bahwa perbedaan ongkos transportasi tiap komoditas pertanian dari tempat produksi ke pasar terdekat mempengaruhi jenis penggunaan tanah yang ada di suatu daerah. Model von Thunen mengenai tanah pertanian ini, dibuat sebelum era industrialisasi, yang memiliki asumsi dasar sebagai berikut : Kota terletak di tengah antara "daerah terisolasi" (isolated state). Isolated State dikelilingi oleh hutan belantara. Tanahnya datar. Tidak terdapat sungai dan pegunungan. Kualitas tanah dan iklim tetap. Petani di daerah yang terisolasi ini membawa barangnya ke pasar lewat darat dengan menggunakan gerobak, langsung menuju ke pusat kota.

Gambar model von Thunen di atas dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, menampilkan "isolated area" yang terdiri dari dataran yang "teratur", kedua adalah, kondisi yang "telah dimodifikasi" (terdapat sungai yang dapat dilayari). Semua penggunaan tanah pertanian memaksimalkan produktifitasnya masing-masing, dimana dalam kasus ini bergantung pada lokasi dari pasar (pusat kota).Membandingkan hubungan antara biaya produksi, harga pasar dan biaya transportasi. Kewajiban petani adalah memaksimalkan keuntungan yang didapat dari harga pasar dikurang biaya transportasi dan biaya produksi. Aktivitas yang paling produktif seperti berkebun dan produksi susu sapi, atau aktivitas yang memiliki biaya transportasi tinggi seperti kayu bakar, lokasinya dekat dengan pasar. Tentu saja hubungan di atas sangat sulit diterapkan pada keadaan yang sebenarnya. Tetapi bagaimanapun kita mengakui bahwa terdapat hubungan yang kuat antara sistem transportasi dengan pola penggunaan tanah pertanian regional. 


             Von Thunen (1826) mengidentifikasi tentang perbedaan lokasi dari berbagai kegiatan pertanian atas dasar perbedaan sewa lahan (pertimbangan ekonomi). Menurut Von Thunen tingkat sewa lahan adalah paling mahal di pusat pasar dan makin rendah apabila makin jauh dari pasar. Von Thunen menentukan hubungan sewa lahan dengan jarak ke pasar dengan menggunakan kurva permintaan. Berdasarkan perbandingan (selisih) antara harga jual dengan biaya produksi, masing-masing jenis produksi memiliki kemampuan yang berbeda untuk membayar sewa lahan. Makin tinggi kemampuannya untuk membayar sewa lahan, makin besar kemungkinan kegiatan itu berlokasi dekat ke pusat pasar. Hasilnya adalah suatu pola penggunaan lahan berupa diagram cincin. Perkembangan dari teori Von Thunen adalah selain harga lahan tinggi di pusat kota dan akan makin menurun apabila makin jauh dari pusat kota

SOAL
15 ha lahan yang ditanami jagung dengan produksi panen 490  kg/ha. Pada musim hujan produksi panen turun menjadi 250 kg/ha. Harga jagung/ton/ha adalah Rp. 3.500,000,-. Pemilik lahan mengeluarkan upah mengolah lahan, menanam, sampai memanen sebanyak 1.250.000/ton/ha. Jagung akan dipasarkan ke kota A dengan jarak tempuh 35 km dan waktu tempuh 0,5 jam. Upah yang harus dikeluarkan untuk itu sebesar Rp. 150.000/ton. Pemerintah bertekat, untuk 15 tahun yang akan datang akan menaikan harga jagung menjadi Rp. 5.000.000/ton.
n  1. Berapa nilai sewa lahan (land rent) yang akan dikeluarkan petani tersebut
n  2.  Berapa nilai manfaat atau keuntungan atau penerimaan yang diterima dari petani tersebut.
JAWAB


 


Dimana (untukkasus land rent produksipadisawah):
LR       = land rent
Y          = output per unit lahan (kg/ha)
m         = harga/ satuanoutput (Rp/kg)
c          = biayaproduksi per satuan output (Rp/kg)
t           = biayatransportasi per satuan output (Rp/kg/km)
d          = jarak antara lokasi produksi dengan pusat pasar (km)


B       = Benefit/penerimaan
C       = Cost/biaya
t        = time/waktu
r        = menunjukkan perbedaan nilai saat ini dan saat yang akan datang (discount rate)

1.      NILAI SEWA LAHAN
Diketahui:
Y   =  490 + 250 kg/ha     = 740 kg/ha
m   =  3.500.000 /ton/ha   = 3.500 /kg/ha
c    =  1.250.000 /ton/ha   = 1.250 /kg/ha
t     = 150.000 /ton           = 150 /kg
d    = 35 km


 


LR       = 740 kg (Rp 3.500 – Rp 1.250) – 740 kg x 150/35km x 35 km
= 740 kg x 2.250 – 740 kg x Rp150
= Rp 1.665.000 – Rp 111.000
= Rp 1.554.000 /ha x 15  = Rp 23.310.000


2.      Nilai manfaat atau keuntungan
Diketahui :
B   = 15 ha x 740 kg/ha x Rp 3.500  = Rp 38.850.000
C  = 23.310.00 + ( Rp 1.250 x 15 )+  (150 x 740 kg) = 23.310.00 + 18.750 + 111.000 = 23.439.750
t    = 0,5 jam
r   = Rp 5.000.000 /ton – 3.500.000 /ton/ha = Rp. 1.500.000 /ton/ha = 1.500 kg/ha

            
         
          = Rp 397.786,53

Minggu, 07 Oktober 2012

Foto Aktifitas Sibet Pasaman



    Bersama Bapak Anies Baswedan ( Rektor Universitas Paramadina )
    Bersama Bapak, Zul kenedi Said (Anggota DPRD Provinsi Sumbar )

    Depan, Pascasarjana Universitas Negeri Padang, 25/09/2012
    Silaturahim bersama Dr. Yulhendri, M.Pd (Pembina IMPAMAS Pasaman ) dirumah beliau
    Bersama Bapak Benny Utama ,( Bupati Pasaman) Saat tanggap Bencana Alam banjir Bandang di
    Kecamatan Simpati ,kab.Pasaman, Maret, 2012


    Bersama bg Hakim Reporter MetroTV, saat Pelantikan Pengurus Nasdem, Wilayah Sumbar
    Foto : Di depan Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada, Saat menghadiri Rapat Kerja
               Nasional Pengurus Besar IMAHAGI (Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia ) Oktober 2011
    Foto : Bersama Pengurus LSM Surau Bagonjong , saat menempati Sekretariat, Februari 2012
    Foto : Saat melakukan Kunjungan ke UPI Bandung
Add caption

   Foto : Lounching LSM Surau Bagonjong, di Auditorium Unand, April 2012
   Foto : Saat Bersama Prof. Dr Mawardi Efendi, (Rektor Universitas Negeri Padang) di acara jalan
              sehat di depan Gedung rektorat UNP, Desember 2011
    Foto : Seusai acara lomba SIG di ITB Bandung, september 2011

    Foto : Di Depan Meseum Konferensi Asia Afrika bandung, Maret 2010
    Foto : Sibet Pasaman, Saat diminta Keterangan oleh media tentang kegiatan - kegiatan apa saja
               yang dilakukan oleh Mahasiswa Pasaman dalam tanggap bencana ,februari /2012
    Foto : Sibet Pasaman, Menghadiri Undangan Kementrian Perdagangan dalam Forum Informasi
               Ekspor ,di Hotel  ALIGA Padang, 25/09/2012.
    Foto : Sibet Pasaman, Seusai Penerimaan Ijazah S I , di Kampus Universitas Negeri Padang, 3/3/12
    Foto : Sibet Pasaman, Ketika berada di Kampus Universitas Indonesia , Oktober 2011.




        Foto : Sibet Pasaman, Saat Menghadiri undangan Ulang tahun Bapak Irman Gusman
                   di Basko Hotel ,2/3/2012.

    Foto : Sibet  Pasaman bersama Mahasiswa Geografi seusai acara Pertemuan Mahasiswa Geografi
               seluruh Indonesia , di Universitas Negeri Yogyakarta, Prambanan 16/11/2008.
   Foto : Sibet Pasaman, di depan gedung Pascasarjan UNP, Padang, tempat beliau sedang
              melanjutkan studynya,,25/09/2012.

Bersama Tokoh Muda Dunia

Bersama Bapak Anies Baswedan , saat sosialisi Indonesia Mengajar , 12/12/2011

Pemimpin

Sejarah telah menunjukkan bahwa seorang pemimpin yang berkuasa berdasarkan kekerasan itu tidak akan bisa bertahan lama. Kita dapat menyaksikan dengan gamblang bukti-bukti kejatuhan para diktator dan raja-raja yang harus turun panggung oleh karena tidak bisa bertahan terus lebih lama. Ini berarti bahwa manusia tidak suka mengikuti seorang pemimpin yang mendasarkan kekuasaannya dengan kekerasan semata-mata. Banyak pemimpin yang mempertahankan kekuasaannya melalui kekerasan. Napoleon, Mussolini, Hitler adalah contoh-contoh pemimpin yang mempertahankan kekuasaannya melalui kekerasan. kepemimpinan mereka itu berlalu dengan kehancuran. Oleh sebab itu kepemimpinan berdasarkan rasa sepakat itu sajalah yang merupakan satu-satunya corak kepemimpinan yang dapat bertahan lebih lama.

Berbicara mengenai pemimpin dan kepemimpinan tidaklah jauh berbeda. Keduanya saling berkaitan satu sama lain. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan dan kelebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh teladan yang baik untuk diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukannya dalam kerja”. Secara umum, pemimpin berarti seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi individu dan sekelompok orang lain untuk bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditentukan. Napoleon Hill (1981) mengatakan ada hal penting yang perlu diperhatikan dalam kepemimpinan diri seseorang yakni,

Pertama, seorang pemimpin itu harus dapat menguasai dirinya sendiri. Seorang pemimpin yang tidak bisa menguasai diri sendiri adalah tidak mungkin pula untuk bisa menguasai diri orang lain. Sebab penguasaan diri sendiri itu merupakan satu contoh yang gamblang bagi para pengikut lainnya itu. Sebab yang lebih cerdas itu biasanya akan lebih menonjol dalam soal kemampuannya.

Kedua, seorang pemimpin harus memiliki rasa keadilan dan kejujuran yang tebal. Tanpa memiliki rasa kejujuran dan keadilan maka seorang pemimpin tidak mungkin memberikan perintah kepada pengikutnya dengan berwibawa. Sebab para pengikutnya tidak akan menaruh hormat kepada pemimpin semacam itu.

Ketiga, keberanian yang tak tergoyahkan dari seorang pemimpin. Keberanian diri itu harus didasarkan atas pengenalan akan diri sendiri serta menguasai bentuk bidang dan kedudukan yang dipegangnya itu. Tidak ada seorang pengikut pun yang mau mematuhi seorang pemimpin yang tidak mempunyai keberanian dan rasa percaya diri sendiri.

Dan yang terakhir adalah seorang pemimpin yang mempunyai kepribadian yang menarik. Tak ada seorang pribadi yang bersifat sembrono dan kurang menaruh perhatian terhadap alam lingkungannya, bisa menjadi seorang pemimpin yang berhasil. Sebab kepemimpinan itu menuntut suatu kewibawaan. Para pengikut tidak akan menghormati seorang pemimpin yang tidak memiliki derajat kemampuan yang lebih tinggi dalam segala hal. Dan salah satu faktor yang paling penting ialah memiliki kepribadian yang menarik.

Seorang pemimpin haruslah mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi individu dan sekelompok orang lain untuk bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sebagai seorang pemimpin yang sukses haruslah ia dapat menerima segala tantangan dan masukan yang datang dari berbagai arah. Seorang pemimpin harus bisa menjalin kerjasama yang baik antara pemimpin dan pengikutnya. Seorang pemimpin yang menerima dan menerapkan faktor-faktor itu sebagai dasar kepemimpinannya maka ia akan sadar bahwa ia berhadapan dengan banyak sekali kesempatan yang terbuka untuk bisa melaksanakan atau menjalankan kepemimpinannya itu di dalam perjalanan hidupnya.

 Karakteristik Pemimpin Ideal 

Apa itu ideal? Siapa yang dapat dikatakan pemimpin yang ideal? Apa karakteristik pemimpin yang ideal itu?. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata “ideal” diartikan sebagai standar tertinggi kesempurnaan atau keunggulan atau sangat sesuai dengan yg dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki. Karakteristik pemimpin yang ideal diibaratkan seperti sosok seorang ayah. Menjadi sosok seorang ayah semestinya diawali dengan menyiapkan diri untuk memiliki karakter seorang ayah ideal. Paling tidak ada tujuh karakteristik yang diperlukan untuk menjadi ayah ideal, yaitu kepemimpinan, keteladanan, kehangatan, optimisme, kecerdasan, kekuatan dan kelembutan.

Kepemimpinan adalah salah satu faktor yang paling menonjol dari sosok seorang ayah. Seorang ayah akan membawa keluarganya menuju jalan kebenaran dan kebaikan. Inilah salah satu ciri khas seorang pemimpin ideal.

Kejadian diatas menunjukkan bahwa sosok seorang ayah ingin melaksanakan tanggung jawab dengan baik, dengan melayani kepentingan keluarganya. Sama halnya dengan seorang pemimpin suatu negara. Salah satu ciri khas pemimpin ideal jika ia terus sibuk mencari tanggung jawab yang mesti ia laksanakan, bukannya terus menuntut haknya. Sosok pemimpin juga dapat dikatakan ideal adalah ketika ia memiliki kekuatan spiritual yang cukup tinggi, mengarahkan tindakan seorang pemimpin untuk selalu berusaha menegakkan kebenaran dan tidak tergoda untuk melakukan tindakan melawan hukum. Mempunyai visi dan program kerja untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kepentingan diri sendiri atau golongan. Berusaha mengayomi semua warganya tanpa membedakan warga yang kaya atau miskin.

Mempunyai kemampuan dan pengalaman dalam menjalankan tugasnya, sehingga dapat menuntaskan tanggung jawab dan menciptakan kemajuan di berbagai bidang. Memiliki kerendahan hati, kepedulian yang tinggi terhadap rakyat. Kriteria-kriteria tersebut menjadikan seorang pemimpin ideal semakin dicintai rakyatnya.
\
Pemimpin yang ideal pastilah merupakan pemimpin yang dapat memenuhi harapan orang yang dipimpinnya dan memiliki profil yang baik pula, pemimpin yang berwibawa sangat diperlukan saat ini sehingga orang akan selalu mendengarkan apa yang dia ucapkan dan kemudian menjalankan perintahnya. Pemimpin yang baik bukan seperti pemimpin lokal, maksudnya adalah hanya memikirkan dan mencanangkan progamnya pada masa jabatannya saja, tapi, pemimpin yang baik itu adalah pemimpin global yang memikirkan dan merancang progam bukan hanya untuk masa jabatannya saja tapi lebih dari itu, yang memikirkan masa kedepannya juga untuk kemajuan bersama.

Indonesia saat ini kehausan akan sosok pemimpin. Belum ada sosok pemimpin yang muncul dan dapat memberikan titik cerah untuk kemajuan Indonesia saat ini. Kapan?. Salah satu tradisi yang dilakukan untuk mencari sosok pemimpin yang ideal adalah PEMILU. Pemilu sudah menjadi kebiasaan di Indonesia yang mana hal ini dilakukan untuk mencari siapa sosok pemimpin yang dianggap ideal dan mampu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik. Banyak yang berharap pemilu 2014 adalah awal mula dari keluarnya sosok pemimpin idaman untuk negeri ini. Semoga itu bukanlah hanya sebuah harapan kosong, bahkan saya juga berharap demikian. Hemat saya, sosok pemimpin idaman akan hadir, tapi tidak tahu kapan dia datang untuk negeri atau kampus tercinta ini, mungkin 2014, mungkin juga 2019 atau mungkin di tahun-tahun mendatang atau mungkin sosok pemimpin itu adalah salah satu dari kita. Namun, yang jelas sebelum sosok pemimpin itu datang, mari kita perbaiki akhlak diri kita sadari sekarang dari mulai hal yang terkecil baru ke hal yang besar. Tidak ada kata TERLAMBAT untuk berubah. Karena kitalah yang nantinya akan menjadi pemimpin di masa depan untuk bangsa ini. Semoga Oleh : Anwar

Minggu, 30 September 2012

Berbuat Baik


Berbuat yang terbaik, demi tujuan yang terbaik, 30/09/12