Selasa, 02 Februari 2010

UNP Fair, Koordinasi Menjadi Kendala Senin, 20 Desember 2010 | 05:50:00 WIB



UNP Fair
UNP Fair: "mengembangkan kreatifitas dan membangun keakraban dalam mewujudkan peradaban yang lebih baik" menjadi tema UNP Fair 2010 yang diadakan BEM UNP di samping lapangan rektorat UNP, Kamis (25/11). f/Salim 
UNP Fair, ajang akbar yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Padang (BEM UNP) periode 2010 pada 22-26 November lalu, belum mampu menampilkan secara maksimal kreatifitas mahasiswa yang ada di UNP dalam berbagai bidang. Hal ini tercermin dari berbagai sambutan dari beberapa pihak, baik yang terlibat langsung, ataupun tidak. Padahal acara ini merupakan agenda terbesar dalam program kerja badan eksekutif terbesar di kampus ini selama kepengurusannya.
David Syahputra, dari Unit Kegiatan Komunikasi dan Penyiaran Kampus (UKKPK), menilai UNP Fair kurang menonjolkan kreatifitas dari mahasiswa-mahasiswa UNP. Selain itu, peserta dari mahasiswa pun tidak menampilkan sesuatu yang berbeda. “Kurang variatif,” jelasnya, Rabu (24/11) lalu. Di tempat berbeda, Yuming Extari mahasiswa FIP TM 2008, menilai UNP Fair jusru lebih terlihat seperti bazar UNP, hampir sama dengan Padang Fair yang beberapa waktu lalu diadakan di Kota Padang sebelum diselenggarakan UNP Fair.
Di sisi lain, Yandriyan, menyayangkan fasilitas yang minim disediakan panitia (BEM UNP-red). Menurut sekretaris Unit Kegiatan Kesenian (UKKes) ini, ada beberapa unit kegiatan tidak mendapatkan tenda untuk mendirikan stan-stan mereka atau berbagi satu tenda untuk dua unit kegiatan. “Koordinasi panitia dan peserta juga masih kurang yang menyebabkan kurang maksimalnya UNP Fair,” jelasnya.
Peserta UNP Fair 2010 berasal dari pihak fakultas baik itu dari BEM Fakultas, Himpunan Mahasiswa Jurusan ataupun Badan Semi Otonom yang ada di fakultas, kurang berpartisipasi dalam ajang ini. Terbukti keikutsertaan organisasi mahasiswa tingkat fakultas tidak begitu banyak. Berbagai alasan yang dilontarkan atas ketidakikutsertaan organisasi-organisasi fakultas. Ada yang sedang sibuk menyelenggarakan event di fakultas masing-masing, ada yang bingung apa yang akan ditampilkan dan dipamerkan pada ajang tersebut, dan ada pula mengaku tidak mendapat undangan dari panitia penyelenggara UNP Fair. “BEM Fakultas Ilmu Sosial tidak menerima undangan dari panitia pelaksana,” jelas Rifki Fernanda, selaku Pelaksana Tugas organisasi tersebut, Senin (29/11) lalu.
Padahal panitia UNP Fair telah mensosialisasikan acara kepada unit-unit kegiatan ataupun organisasi mahasiswa tingkat fakultas. Menurut Ketua Pelaksana UNP Fair, Sibet, sosialisasi disampaikan dengan membentuk tim khusus untuk mensosialisasikan acara kepada ormawa-ormawa di UNP. “Hal ini dikarenakan belum semua ormawa merespon rancangan acara tersebut,” keluhnya, Rabu (24/11). Sibet menjelaskan, panitia atau BEM UNP hanya sebagai fasilitator. “Partisipasi dan kekreatifan pesertalah kunci sukses UNP Fair,” tegasnya, Rabu (24/11) lalu. Yudhi*, Ima